08 January 2008

Menjadi Guru: Pilihan atau Keterpaksaan

Banyak yang mengatakan bahwa menjadi guru adalah sebuah pilihan pekerjaan bagi mereka yang tidak memiliki kesempatan kerja di bidang lain atau menjadi guru lebih baik daripada tidak bekerja. Sebuah pekerjaan yang dianggap bisa dilakukan oleh semua orang, apapun latar belakangnya.

Pada awalnya, ketika saya memutuskan untuk menjadi seorang guru, yang ada dalam benak saya adalah apa yang disampaikan di atas. Saya lihat dan perhatikan bahwa menjadi guru tidaklah sesulit bekerja di perusahaan, terlebih orangtua (ibu) saya menjadi guru di sebuah SMP swasta di kota Bandung ini. Maka ketika lulus dari Fakultas Bahasa dan Sastra, Jurusan Bahasa Inggris, UniversitasPadjadjaran pada tahun 1991 saya mulai berfikir untuk menjadi guru sambil menunggu lamaran kerja saya di beberapa perusahaan diterima.

Ketika mulai mengajar di SMP tersebut saya masih menganggap bahwa menjadi guru itu mudah karena kita mengajarkan ilmu yang kita miliki kepada para siswa. Namun kemudian saya menyadari bahwa menjadi guru itu jauh lebih sulit ketimbang bekerja di tempat lain. Tanggung jawab seorang guru jauh lebih besar dan rumit dari sekadar mengajar.

Guru harus dapat menjadi model, panutan, sumber ilmu (pada waktu itu), orangtua, teman dan sahabat. Artinya seseorang harus menjadi guru yang baik ketika memutuskan menerima pekerjaan tersebut. Kemudian timbul pertanyaan lain di benak saya: guru yang baik itu seperti apa dan bagaimana meraihnya? Berbagai informasi yang saya terima kemudian sedikit demi sedikit mengubah saya, pandangan dan cara saya mengajar. Sebuah perubahan yang semakin membuat saya yakin bahwa menjadi guru adalah pilihan saya dan bukan sekadar pekerjaan yang saya butuhkan.

Saat ini saya mengajar di SMA Plus Muthahhari, sebuah sekolah sederhana dengan sebutan Sekolah Para Juara. Di sekolah ini saya banyak belajar bagaimana menjadi guru yang baik karena berbagai kesempatan yang diberikan pada para guru untuk memperoleh informasi dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan Professional Development.
Mengajar di sekolah ini selain memberikan pengalaman dan perspektif baru tentang menjadi guru, juga memberi kesempatan pada saya untuk mengekspresikan ide dan gagasan saya tentang pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan. Saya pun mulai mengenal pemanfaatan komputer (TIK) untuk pembelajaran di sekolah ini. Pada awalnya karena terpaksa, namun sekarang menjadi sebuah kebutuhan. Mengajar dengan memanfaatkan TIK menjadikan KBM lebih mudah dan menyenangkan.

No comments: